Kalkulator penyimpanan pakan di peternakan
Kalkulator kebutuhan penyimpanan pakan di peternakan
Perkirakan kebutuhan kapasitas penyimpanan pakan usaha Anda berdasarkan konsumsi harian maksimum, lama persediaan yang dibutuhkan antar pengiriman, dan stok pengaman. Alat ini menghitung kebutuhan tonase, volume, perkiraan jumlah silo atau tangki penyimpanan, serta berapa lama kapasitas penyimpanan yang tersedia dapat memenuhi kebutuhan pakan. Alat ini ditujukan bagi pembeli pakan dan pengelola usaha unggas, babi, sapi perah, penggemukan, dan akuakultur, serta perusahaan integrator yang membandingkan penyimpanan curah terpusat dengan tangki pakan harian per unit produksi. FeedMatch menggunakan pendekatan yang dipimpin manusia dan netral terhadap pemasok untuk permintaan senilai USD 250,000 atau lebih. Setiap permintaan ditinjau oleh staf sebelum ada kontak apa pun dengan pemasok. Kalkulator ini merupakan alat bantu perencanaan awal, bukan penawaran harga atau saran profesional.
Buka kalkulator
Berapa kapasitas penyimpanan pakan yang dibutuhkan peternakan komersial besar?
Kalikan konsumsi pakan harian maksimum dengan jumlah hari persediaan yang diinginkan, tambahkan stok pengaman, lalu bagi total tonase dengan densitas curah dan dengan 0.95 untuk mendapatkan volume yang dibutuhkan. Peternakan yang mengonsumsi 50 ton per hari membutuhkan sekitar 350 ton untuk tujuh hari, tanpa stok pengaman; setiap jenis pakan atau fase pemberian pakan yang berlangsung bersamaan membutuhkan kompartemen tersendiri.
Estimasi perencanaan, bukan penawaran harga. FeedMatch meninjau setiap permintaan senilai USD 250.000 atau lebih sebelum menghubungi pemasok.
Cara menggunakan kalkulator
- Masukkan konsumsi pakan harian maksimum, bukan rata-rata selama siklus produksi.
- Tentukan jumlah hari persediaan yang diinginkan antar pengiriman dan tambahan hari untuk stok pengaman jika terjadi keterlambatan.
- Masukkan densitas curah sesuai bentuk pakan yang benar-benar akan disimpan.
- Masukkan kapasitas penyimpanan yang tersedia dan dapat digunakan dalam ton, serta volume nominal setiap silo atau tangki penyimpanan.
- Masukkan jumlah jenis pakan yang disimpan secara bersamaan. Setiap jenis atau fase membutuhkan kompartemen tersendiri; ulangi perhitungan per jenis pakan jika harus disimpan terpisah.
- Tinjau kebutuhan tonase, volume, dan perkiraan jumlah unit, beserta lama persediaan yang dapat ditampung oleh penyimpanan saat ini. Sebelum memesan silo, periksa berapa banyak fase pemberian pakan yang pakannya harus disimpan bersamaan.
Arti setiap input
- Konsumsi pakan harian maksimum (t/day): kebutuhan harian tertinggi yang harus dipenuhi oleh penyimpanan; nilai bawaan 62. Gunakan konsumsi maksimum, bukan rata-rata selama siklus.
- Target lama persediaan antar pengiriman (hari): periode konsumsi yang ingin dipenuhi; nilai bawaan 7.
- Stok pengaman (hari): tambahan hari konsumsi untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman; nilai bawaan 2.
- Densitas curah pakan (t/m³): ton per meter kubik untuk bentuk pakan yang benar-benar disimpan; nilai bawaan 0.62.
- Kapasitas penyimpanan tersedia yang dapat digunakan (t): kapasitas saat ini yang dapat digunakan, dinyatakan dalam ton; nilai bawaan 260.
- Volume per unit silo atau tangki penyimpanan (m³): volume nominal setiap unit yang sedang dipertimbangkan; nilai bawaan 120.
- Jenis pakan yang disimpan bersamaan: jumlah jenis pakan atau fase yang membutuhkan ruang pada saat yang sama; nilai bawaan 3. Masing-masing membutuhkan kompartemen tersendiri.
Metode perhitungan
- Tonase untuk memenuhi target persediaan = konsumsi harian maksimum × target hari persediaan.
- Stok pengaman = konsumsi harian maksimum × hari stok pengaman.
- Total kebutuhan = tonase untuk memenuhi target persediaan + stok pengaman.
- Volume yang dibutuhkan = total kebutuhan ÷ densitas curah ÷ 0.95. Sekitar 95 persen dari volume nominal silo dan tangki penyimpanan dianggap dapat digunakan.
- Jumlah unit = volume yang dibutuhkan ÷ volume per unit, dibulatkan ke atas ke bilangan bulat.
- Lama persediaan pada kapasitas saat ini = kapasitas tersedia yang dapat digunakan dalam ton ÷ konsumsi harian maksimum.
- Perhitungan memperlakukan seluruh pakan sebagai satu aliran gabungan. Kebutuhan pemisahan ditangani dengan mengulangi perhitungan per jenis pakan.
- Setiap pengiriman diasumsikan mengisi kembali seluruh persediaan; pengiriman parsial tidak dimodelkan.
Contoh perhitungan: peternakan 500,000 ayam pedaging
- Konsumsi maksimum: 62 t/day; target lama persediaan: 7 hari; stok pengaman: 2 hari.
- Densitas curah: 0.62 t/m³; kapasitas penyimpanan tersedia yang dapat digunakan: 260 t.
- Volume per unit silo: 120 m³.
- → Kebutuhan untuk memenuhi target persediaan: sekitar 434 t; stok pengaman: sekitar 124 t; total kebutuhan: sekitar 558 t.
- → Volume yang dibutuhkan: sekitar 948 m³, setara dengan kurang lebih 8 silo berkapasitas 120 m³.
- → Kapasitas penyimpanan saat ini dapat menampung persediaan untuk sekitar 4.2 hari pada konsumsi maksimum.
- → Peternakan ini kekurangan kapasitas dalam ton maupun lama persediaan saat konsumsi mencapai maksimum. Sebelum memesan silo, sebaiknya periksa berapa banyak fase pemberian pakan yang pakannya harus disimpan bersamaan: hal ini biasanya meningkatkan jumlah silo dibandingkan perhitungan yang hanya berdasarkan volume.
Batasan estimasi ini
- Alat ini bukan alat rekayasa silo: tidak mengevaluasi struktur, fondasi, aliran produk, aerasi, atau desain pengeluaran bahan.
- Seluruh pakan dianggap sebagai satu kesatuan gabungan. Setiap jenis atau fase yang harus disimpan terpisah memerlukan perhitungan tersendiri.
- Tidak memodelkan kerusakan mutu, kelembapan, penggumpalan, pemanasan sendiri, atau risiko hama selama penyimpanan.
- Tidak menghitung harga silo, pekerjaan sipil, atau sistem pemindahan bahan.
- Kapasitas total dalam ton sering kali bukan kendala utama; kendala utamanya adalah jumlah kompartemen terpisah.
- Fasilitas dengan akses jalan yang tidak andal, penutupan musiman akibat cuaca, atau ketergantungan pada impor harus menentukan kapasitas penyimpanan berdasarkan keterlambatan terburuk yang secara wajar dapat diperkirakan, bukan keterlambatan rata-rata dalam kondisi normal. Perhitungan ini tidak memodelkan pengiriman parsial: setiap pengiriman diasumsikan mengisi kembali seluruh persediaan. Karena itu, pengiriman parsial harus diperhitungkan secara terpisah saat menafsirkan hasil dan merencanakan penyimpanan bersama pemasok serta tim teknis fasilitas.
